BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Total
quality manajemen dapat di defenisikan dari tiga kata yang di milikinya, yaitu
total (keseluruhan),quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau
jasa), manajemen (tindakan, pengendalian pengarahan). Manajemen didefinisikan sebagai proses planning, organizing, staffing, dan controlling terhadap seluruh kegiatan dalam organisasi. Dapat di simpulkan bahwa pengertian TQM
adalah sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (costumer
satisfaction) dengan kegiatan yang di upayakan sekali benar melalui perbaikan
berkesinambungan dan memotivasi karyawan serta memenuhi kepuasan pelanggan.
B. RUMUSAN MASALAH
- Pengertian Total Quality Management
- Unsur Utama Total Quality Management
- Karakteristik Total Quality Management
- Prinsip Total Quality Management
- Faktor Penyebab Kegagalan Total Quality Management
- Manfaat Menerapkan Total Quality Management
C. TUJUAN
Tujuan penulisan blog ini adalah agar pembaca dapat memahami tentang total qualitas manajemen dan mempraktekkan TQM dalam perusahaan dengan baik.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Total
quality manajemen dapat di defenisikan dari tiga kata yang di milikinya, yaitu
total (keseluruhan),quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau
jasa), manajemen (tindakan, pengendalian pengarahan). Manajemen didefinisikan sebagai proses planning, organizing, staffing, dan controlling terhadap seluruh kegiatan dalam organisasi. Dapat di defenisikan TQM
adalah sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (costumer
satisfaction) dengan kegiatan yang di upayakan sekali benar melalui perbaikan
berkesinambungan dan memotivasi karyawan. Persyaratan TQM dapat didefinisikan secara terpisah untuk sebuah
organisasi tertentu atau mungkin dalam kepatuhan terhadap standar yang
ditetapkan, seperti Organisasi Internasional untuk Standardisasi ini ISO 9000 series. TQM dapat diterapkan untuk semua jenis organisasi;
itu berasal dari sektor manufaktur dan sejak itu telah diadaptasi untuk
digunakan dalam hampir setiap jenis organisasi dibayangkan, termasuk
sekolah, pemeliharaan jalan raya, manajemen hotel, dan gereja. Sebagai fokus saat e-bisnis , TQM didasarkan pada manajemen mutu dari sudut pelanggan pandang.
Adapun
pengertian TQM menurut para ahli serta menurut beberapa organisasi:
- Santoso 1992, menyatakan bahwa TQM adalah sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruhanggota organisasi.
- Fandy tjiptono 1996, mendefenisikan TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalan kan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan nya.
- Departemen Pertahanan Amerika Serikat 1988, menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) di Departemen Pertahanan adalah strategi untuk terus meningkatkan kinerja di setiap tingkat, dan di semua bidang tanggung jawab. Ini menggabungkan teknik dasar manajemen, upaya perbaikan yang ada, dan alat-alat teknis khusus di bawah struktur disiplin terfokus pada terus meningkatkan semua proses. peningkatan kinerja diarahkan untuk memuaskan tujuan yang luas seperti biaya, kualitas, jadwal, dan kebutuhan misi dan kesesuaian. meningkatkan kepuasan pengguna adalah tujuan utama. upaya TQM dibangun pada karya perintis dari Dr. WE Deming , Dr . JM Juran , dan lain-lain, dan manfaat dari kedua pengalaman sektor swasta dan publik dengan perbaikan proses yang berkesinambungan. "
- British Standards Institution 1992, mendefinisikan sebuah filosofi manajemen dan perusahaan praktek yang bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya manusia dan materi dari suatu organisasi dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
- Organisasi Internasional untuk Standardisasi 1994, menyatakan pendekatan manajemen dari suatu organisasi yang berpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan sukses jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan manfaat bagi semua anggota organisasi dan masyarakat.
- The American Society untuk Kualitas, Sebuah istilah pertama kali digunakan untuk menggambarkan pendekatan manajemen untuk peningkatan kualitas. Sejak itu, TQM telah diambil pada banyak arti. Sederhananya, itu adalah pendekatan manajemen untuk keberhasilan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan. TQM didasarkan pada semua anggota organisasi berpartisipasi dalam meningkatkan proses, produk, layanan dan budaya di mana mereka bekerja. metode untuk menerapkan pendekatan ini ditemukan dalam ajaran pemimpin berkualitas seperti Philip B. Crosby , W. Edwards Deming , Armand V. Feigenbaum , Kaoru Ishikawa dan Joseph M. Juran . "
- The Chartered Institute KualitasTQM adalah filosofi untuk mengelola sebuah organisasi dengan cara yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder secara efisien dan efektif, tanpa mengorbankan nilai-nilai etika.
B. UNSUR UTAMA TOTAL QUALITY MANAGEMENT
- Fokus pada pelanggan
- Obsesi terhadap kualitas
- Pendekatan ilmiah
- Komitmen jangka panjang
- Kerja sama tim
- Perbaikan sistem secara berkesinambungan
- Pendidikan dan pelatihan
- Kebebasan yang terkendali
- Kesatuan tujuan
- Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
C. KARAKTERISTIK TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Karakteristik TQM antara lain adalah:
1. Partisipasi aktif dari semua pihak, baik pimpinan maupun karyawan
2. Berorientasi pada mutu berdasarkan pada kepuasan pengguna
3. Dinamika manajemen
4. Menanamkan budaya dengan baik
5. Menanamkan budaya problem
6. Perbaikan berkelanjutan sebagai proses pemecahan masalah dalam TQM
D. PRINSIP TOTAL QUALITY MANAGEMENT
a) Menurut Sceuing Da Cristopher prinsip TQM antara lain:
* Kepuasan pelanggan internal dan eksternal
* Respek terhadap semua orang
* Manajemen berdasarkan fakta
* Perbaikan secara terus menerus
b) Menurut Kit Sadgrove, ada 5 prinsip TQM yaitu:
# Fokus kepada pelanggan, yaitu menempatkan pelanggan pada pusat kegiatan dan bukan lagi berorientasi pada produksi.
# Mengerjakan secara benar, yaitu mengerjakan sekali benar atau menghindari pengerjaan ulang.
# Komunikasikan dan latihan, yaitu memberi tahu kepada karyawan tentang apa yang sedang terjadi dan latihan terhadap karyawan agar diperoleh karyawan yang terampil.
# Ukur hasil yang dicapai dan catatan, yaitu menjaga standar dan proses agar berada dalam batas toleransi yang telah disepakati.
# Kerjakan secara bersama, yaitu bekerja secara kelompok untuk mendorong moral karyawan, mengurangi konflik.
c) Menurut Bill Creech ada 5 prinsip TQM yaitu:
* Produk
* Proses
* Organisasi
* Kepemimpinan
* Komitmen
E. FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Lingkungan yang berfokus
pada mutu adalah sebuah organisasi dimana pengadaan pelayanan yang di sesuaikan
dengan kenyataan dan keperluan pelanggan dan dengan biaya terjangkau menjadi
konsensus di kalangan anggota organisasi tersebut. Inti pendekatan semacam ini
adalah tingkat kepuasan pelanggan terhadap efektifitas pelayanan. Sehingga
tantangan seperti di bawah ini yang menyebabkan gagalnya TQM, yaitu:
- Melihat apakah target mutu setiap departemen telah di laksananakan sesuai dengan rencana.
- Memastikan bahwa proses yang bermasalah dari hasil analisa keluhan pelanggan telah di koreksi.
- Memastikan bahwa kebijakan atau prosedur baru telah di pahami dan di terapkan oleh semua bagian terakhir.
Kunci untuk mengatasi
tantangan di atas adalah mempromosikan perubahan pada sistem manajemen dan
perilaku organisasi penyedia pelayanan. Hal ini mencakup membangun komitmen
untuk perubahan, mempromosikan partisipasi semua pihak terkait dan
memberdayakan tim kerja. Komitmen untuk merubah pendekatan organisasi dalam hal
pengadaan pelayanan bermula dari tingkat manajer senior, tetapi perubahan itu
sendiri di manifestasikan oleh seluruh staf pada semua lapisan.
Agar
TQM berhasil, maka baik klien maupun tim kerja harus menjadi mitra aktif dalam
pengembangan pelayana. Secara khusus, agar pelanggan puas maka staf harus
memiliki keahlian yang di butuhkan dan rasa memiliki terhadap pelayanan.
Pegawai pada semua tingkatan harus bisa melatih keleluasaan dalam memenuhi
kebutuhan pelanggan.
F. Penerapan
TQM tidak bisa dilakukan secara sama antara satu perusahaan atau dengan yang
lainnya, ini tergantung pada kinerja perusahaan
- Bagi perusahaan-perusahaan yang rendah kinerjanya yaitu pembentukan tim dilakukan dalam departemen-departeem. Pembentukan tim ini ditujukan untuk membantu mengidentifikasi dan pemecahan masalah-masalah ketika perusahaan melalui usaha-usaha perbaikan mutu. Setelah itu sebaiknya tim itu di bubarkan, karena akan mengganggu masalah-masalah strategi yang lebih luas.
- Bagi perusahaan yang kinerjanya menengah yaitu strategi yang digunakan adalah menyederhanakan proses-prosas korporasi dan memusatkan pelatihan karyawan pada keterampilan penyelesaian masalah.
- Bagi perusahaan yang kinerja nya tinggi yaitu digunakan strategi benchmarking untuk mengidentifikasikan proses-proses baru, produk-produk, dan jasa-jasa baru. Berikan kepuasan kepada karyawan dan jangan meningkatkan pengembangan tim departemen karena akan menghambat kerja sama lintas fungsi-fungsi manajemen.
G. TANTANGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT BAGI AKUNTAN
Peran akuntan manajemen dalam TQM yaitu
mengumpulkan semua informasi kualitas yang relevan, berpartisipasi secara aktif
dalam semua fase program kualitas, dan mereviewserta menyebarkan laporan biaya
kualitas. Akuntan manajemen harus dilibatkan secara total dalam aktifitas
perbaikan perusahaan seperti:
- Memastikan perwakilan akuntan manajemen pada komisi pengendalian kualitas utama dan tim perbaikan kualitas.
- Berpartisipasi secara aktif dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang membutuhkan perbaikan kualitas atau merupakan peluang perbaikan kualitas terbesar.
- Terlibat dalam keputusan penentuan supplier.
- Mereview dan mengefakuasi efektifitas pengendalian dan nilai-nilai khursus pelatihan untuk personil pengendalian kualitas dan staf sumber daya manusia.
- Mengumpulkan dan melakukan review secara terus-menerus terhadap sisa produksi dan biaya-biaya perbaikan.
H. MANFAAT PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Banyak manfaat yang di
peroleh deri penerapan TQM kusus nya bagi pelanggan, perusahaan maupun bagi
karyawan atu staf. Manfaat tersebut didasarkan pada sistem kerja dari program
TQM yang berlandaskan pada perbaikan berkelanjutan :
Manfaat TQM bagi institusi adalah:
Manfaat
bagi pelanggan
1)
Terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan
2)
Staf lebih termotivasi
3) Produktifitas meningkat
4) Biaya turun
5) Produk cacat berkurang
6) Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.
1. Tidak
memiliki masalah dengan produk atau pelayanan
2. Kepedulian
terhadap pelanggan lebih di perhatikan
3. Kepuasan
pelanggan terjamin
Manfaat
bagi perusahaan
1. Terdapat
perubahan kualitas produk dan pelayanan
2. Staf
lebih termotifasi
3. Produktivitas
meningkat
4. Biaya
turun
5. Produk
cacat berkurang
6. Prmasalahan
dapat di selesaikan dengan cepat
Manfaat
TQM bagi organisasi
1. Pemberdayaan
2. Lebih
terlatih dan berkemampuan
3. Lebih
di hargai dan di akui
Manfaat
lain dari TQM yang mungkin di rasakan bagi perusahaan yang akan datang
1. Membuat
perusahaan subagai pemimpin dan bukan sekedar pengikut
2. Membantu
terciptanya team work
3. Membantu
perusahaan lebih sensitif terhadap kebutuhan pelanggan
4. Membuat
perusahaan lebih siap dan mudah beradaptasi terhadap perubahan
5. Hubungan
antara staf departemen yang berbeda lebih mudah
DAFTAR PUSTAKA
https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Total_quality_management&prev=search
https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=http://searchcio.techtarget.com/definition/Total-Quality-Management&prev=search
http://indahwijaya7.blogspot.co.id/2013/01/total-quality-management-tqm.html
http://raghae.blogspot.co.id/2013/12/total-quality-manajemen-tqm.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar